radio streaming
Sabtu, 27 November 2010
Pentingnya bersahabat Dengan Para Shalihin dan Menyertai Majelis Mereka
Jumat, 29 Oktober 2010
PENTINGYA MEMULIAKAN ULAMA
Berdasarkan kenyataan yang terjadi pada saat ini, bahwa kita tidak saja berprasangka buruk dan mengabaikan adab-adab terhadap ulama, bahkan kita banyak menentang dan menghina mereka. Menurut ajaran islam, perbuatan ini sangat berbahaya. Memang dalam setiap kalangan selalu ada yang baik dan ada yang buruk. Begitu pula di kalangan alim ulama. Namun, tentu saja ulama yang baik lebih banyak dari pada yang buruk. Benar bahwa ada ulama yang suu’(buruk) dan ulama rasyad (yang diberi petunjuk ), namun tidak ada batasan tertentu dalam hal ini.
Sabtu, 11 September 2010
Dzikir
Dari Anas bin malik R.a. ia berkata, Rasulullah saw bersabda," Aku duduk bersama orang-orang yang berdzikir kepada allah mulai dari sholat shubuh sampai terbitnya matahari lebih aku sukai dari pada memerdekakan empat orang budak dari anak isma'il. dan aku duduk bersama orang-orang yang berdzikir kepada allah swt mulai dari sholat 'ashar sampai terbenamnya matahari lebih aku cintai dari pada memerdekakan empat orang budak."
(H.R Abu Daud no.3667, lihat shohih Abi Daud(II/698 no3114 dan misykaatul mashaabiih(no.970), hasan.)
Senin, 30 Agustus 2010
Kisah Penolakan Rasulullah saw. Terhadap tawaran Gunung Emas
Rasulullah Saw, bersabda,” Rabb-ku telah menawariku untuk menukar gunung-gunung di makkah menjadi emas, tetapi aku berkata,” Ya Allah, aku lebih suka makan sehari dan lapar esok hari dan lapar pada esok harinya. Jika aku lapar, aku dapat mengingat-mu, jika aku kenyang, aku dapat memuji-Mu, dan mensyukuri Nikma-mu.”(hadits at-tirmidzi)
SelengkapnyaKEUTAMAAN MENGHADIRI MAJELIS TALIM DI BULAN RAMADHAN
Jumat, 27 Agustus 2010
Nasihat nabi saw. Mengenai Makanan yang haram
Nabi saw. Bersabda ,” Allah maha suci dan hanya menerima harta yang suci. Allah memerintahkan kaum muslimin sebagaiman yang diperintahkan kepada rasul-nya. Allah berfirman :
51.” Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya aku Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.”( Q.s Al-Mu’minun).
dalam ayat yang lain, Allah swt. Berfirman:
172. “Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah.”( Q.s Al-baqarah:172).
Setelah itu nabi saw, bercerita mengenai seseorang yang berpergian jauh (doa orang musafir itu di kabulkan). Dengan rambut kusut, pakaian penuh debu (menggambarkan kesusahannya) kedua tangannya menengadah ke atas sambil berkata,” Ya Allah… Ya Allah…!” tetapi ia memakan makanan yang haram. Minumannya yang haram,pakaiannya pun dari hasil yang haram, lalu bagaimana doanya akan di qabulkan??
Faedah
Banyak orang yang merasa risau mengapa doa-doa kaum muslimin tidak di kabulkan oleh Allah swt. Dari hadits dapat di ketahui penyebabnya, dengan rahmat Allah swt, doa-doa orang kafir dapat di kabulkan oleh Allah swt. Namun doa yang sebenarnya adalah doa orang-orang yang bertaqwa. Untuk itu, selalulah mengharap doa-doa muttaqqin. Barang siapa yang ingin doanya di kabulkan oleh Allah swt, maka sangat penting untuk berhati-hati terhadap hal-hal yang haram. Siapakah yang ingin doanya tidak ingin di kabulkan???? Selengkapnya
Rabu, 25 Agustus 2010
Kata-kata mutiara islam
- Ada dua perkara yang jika Anda Amalkan, Anda akan mendapatkan kebaikan dunia dan akhirat: Menerima sesuatu yang tidak Anda sukai, jika sesuatu itu disukai Allah. Dan membenci sesuatu yang Anda sukai, jika sesuatu itu dibenci oleh Allah.”
(Abu Hazim) - Ada enam perkara, apabila dimiliki oleh seseorang maka telah sempurnalah keimanannya : (1) memerangi musuh Allah dengan pedang, (2) tetap menyempurnakan puasa walaupun di musim panas, (3) tetap menyempurnakan wudhu walaupun di musim dingin, (4) tetap bergegas menuju mesjid (untuk melaksanakan shalat berjama’ah) walaupun di saat mendung, (5) meninggalkan perdebatan dan berbantah-bantahan walaupun ia tahu bahwa ia berada di pihak yang benar dan (6) bersabar saat ditimpa musibah.”
(Yahya bin Muadz)